Ilmu lebih utama dari harta karena ilmu itu menjaga kamu, kalau harta kamulah yang menjaganya

KEWAJIBAN BERSEDEKAH ATAS TULANG PERSENDIAN


KEWAJIBAN BERSEDEKAH ATAS TULANG PERSENDIAN

                Rasa syukur seorang hamba Allah swt atas segala nikmat yang ia terima mendorongnya untuk taat kepada Allah swt : melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Disisi lain memang ada suatu kewajiban, suatu perintah, dimana Allah swt memerintahkan setiap manusia untuk beribadah kepada-Nya. Salah satu perintah itu diantaranya adalah untuk mensedakahi atas sebagian nikmat yang Allah swt karuniakan kepada hambanya, yakni kewajiban bersedekah atas ruas tulang (persendian), dimana setiap tubuh manusia terdapat 360 persendian. Sedemikian penting kedudukan sedekah, sehingga Allah swt membebankan kewajiban sedekah kepada setiap tulang persendian tubuh manusia yang jumlahnya mencapai 360 ruas. Diriwayatkan dari Buraidah RA. Ia berkata, “Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Di dalam tubuh manusia terdapat 360 ruas tulang persendian, yang masing-masing terbebani kewajiban mengeluarkan sedekah.’ Para sahabat bertanya, ‘Kalau begitu, siapa yang sanggup melakukannya wahai Nabi Allah swt?’ Beliau menjawab, ‘Kalian dapat melakukannya antara lain dengan membersihkan dahak yang terjatuh di dalam masjid, atau menyingkirkan semua hal yang mengganggu di jalan. Jika tidak menemukan, kalian cukup mengerjakan 2 rakaat shalat Dhuha” (HR. Ahmad, Abu Dawud).
                Diriwayatkan dari Abdullah bin Farukh, ia mendengar Aisyah RA. berkata, “Rasulullah SAW bersabda. ‘Sesungguhnya anak Adam diciptakan terdiri dari 360 persendian. Barang siapa mengucapkan takbir, tahmid, tahlil, tasbih dan istighfar kepada Allah swt; menyingkirkan batu, duri atau tulang yang menghalangi perjalanan manusia; dan beramal ma’ruf nahi munkar; maka yang demikian itu dihitung setara dengan sedekah dari 360 persendian, karena pada hari itu ia berjalan dalam keadaan menjauhkan diri dari api neraka” (HR. Bukhari).
                Dari Abu Hurairah RA. Ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Tiap-tiap sendi anggota badan manusia harus disedakahi. Tiap hari, sejak terbit matahari, engkau mendamaikan dua orang (yang berselisih) adalah sedekah; menolong seseorang menaiki kendaraannya atau mengangkatkan barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah; perkataan yang baik adalah sedekah; setiap langkah untuk shalat berjama’ah adalah sedekah; menyingkirkan sesuatu yang mengganggu di jalan adalah sedekah” (HR Bukhari dan Muslim).
                Dalam hadist tersebut, Rasulullah SAW menerangkan kepada kita bahwa setiap anggota badan manusia membutuhkan sedekah pada setiap hari sebagai rasa syukur kepada Allah swt yang telah menciptakannya dengan teratur dan serasi. Jika Allah swt menghendaki, Dia membuat tulang-tulang itu tidak bisa bergerak, sehingga tidak dapat melaksanakan tugas dan pekerjaan sehari-hari. Maka hal itu wajib disyukuri dengan cara bersedekah atas nikmat Allah swt itu.
                Diriwayatkan dari Abu Dzar RA. bahwa ada sekelompok sahabat yang mengadu kepada Nabi, “Wahai Rasulullah SAW, orang-orang kaya pergi dengan membawa pahala; mereka shalat seperti kami shalat dan mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Namun mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Beliau bersabda, “Bukankah Allah swt telah menjadikan bagi kalian sesuatu yang bisa kalian sedekahkan? Sesungguhnya setiap ucapan tasbih adalah sedekah, ucapan takbir adalah sedekah,ucapan tahmid adalah sedekah, ucapan tahlil adalah sedekah, melaksanakan amar ma’ruf adalah sedekah, nahi munkar adalah sedekah, dan hubungan badan kalian dengan istri-istri kalian adalah juga sedekah.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, apakah jika salah seorang di antara kami menyalurkan syahwatnya (kepada istri)  bisa mendapat pahala?” Beliau bersabda, “Bagaimana pendapat kalian jika ia melampiaskan syahwatnya kepada yang haram (bukan istrinya), bukankah ia juga mendapat dosa? Begitu pula jika syahwatnya ia lampiaskan kepada yang halal, maka ia pun mendapat pahala” (HR Muslim).
                Abu Dzar berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Setiap pagi ada kewajiban bagi setiap persendian untuk bersedekah, setiap tasbih sedekah, setiap tahlil sedekah, setiap tahmid sedekah, setiap takbir sedekah, amar ma’ruf, nahi munkar juga sedekah, dan untuk menggantikan semua itu cukup dengan dua rakaat shalat Dhuha” (HR Muslim).
Demikianlah Allah swt telah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk bersedekah atas setiap ruas tulang dari tubuhnya, sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW dengan cara : membersihkan dahak yang terjatuh di dalam masjid, atau menyingkirkan semua yang mengganggu di jalan, mengucapkan takbir, tahmid, tahlil, tasbih dan istighfar kepada Allah swt, amar ma’ruf, nahi munkar, menolong orang menaiki kendaraannya atau mengangkatkan barangnya ke atas kendaraannya, berkata yang baik-baik, malangkahkan kaki ke masjid untuk shalat berjama’ah, atau dengan mengerjakan dua rakaat shalat Dhuha.

0 Response to " KEWAJIBAN BERSEDEKAH ATAS TULANG PERSENDIAN "

Posting Komentar