Ilmu lebih utama dari harta karena ilmu itu menjaga kamu, kalau harta kamulah yang menjaganya

SEL

SEL
Sel merupakan unit structural terkecil pada makhluk hidup. Sel menyusun tubuh makhluk hidup dengan membentuk jaringan, organ, system organ, dan akhirnya terbentuklah satu individu yang utuh. Sel juga berperan dalam menghasilkan energy bagi kegiatan tubuh. Di dalam sel juga terkandung DNA yang membawa sifat menurun pada makhluk hidup.
Robert Hooke merupakan ilmuwan yang pertama kali membuat mikroskop sederhana untuk mengamati adanya ruang-ruang pada lapisan gabus yang disebut sel. Dengan perkembangan penemuan alat-alat, seperti mikroskop fasekontras dan mikroskop elektron, semua organel yang menyusun sel dapat diamati dengan jelas.
1. Komponen Kimiawi Sel
Protoplasma terdiri atas unsure-unsur kimia, ada yang berbentuk senyawa dan ada yang berbentuk ion-ion. Unsur kimia pada protoplasma yang berbentuk senyawa terdiri atas senyawa anorganik dan organic.
Unsur kimia yang menyusun protoplasama terdiri atas lima unsure utama, yaitu oksigen (62%), karbon (20%), hidrogen (10%), nitrogen (10%), dan kalium (25%). Selain unsure-unsur tersebut, pada protolasama terdapat juga unsur-unsur lain yang jumlahnya sedikit sekali. Unsur-unsur tersebut disebut unsure mikro, misalnya besi (Fe), tembaga (Cu), kobalt (Co), mangan (Mn), seng (Zn), molibdenum (Mo), boron (Bo), dan silikon (Si).
Unsure-unsur dalam protoplasma yang jumlahnya banyak disebut unsure-unsur makro, misalnya Ka, Ca, Mg, Na, C, H, O, N, S, P, Cl, dan Si. Sedangkan unsur-unsur yang paling utama adalah C, H, dan O. Unsur-unsur ini dapat bersenyawa membentuk senyawa protein, karbohidrat, lemak, dan asam nukleat.
a. Penyusun protoplasma
Sel tersusun atas protoplasma yang mengandung bahan-bahanberikut ini.
1. Senyawa organik
Senyawa-senyawa organic pada protoplasama, antara lain sebagai berikut.
a. Karbohidrat
Karbohidrat tersusun dari unsur C, H, dan O. Karbohidrat dibuat dalam proses fotosintesis oleh tumbuhan hijau. Karbohidrat merupakan sumber energy bagi sel. Karbohidrat terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut.

- Monosakarida, adalah karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi molekul yang lebih kecil lagi. Contoh: triosa (C3H6O3), tetrosa (C4H8O4), pentosa (C5H10O5) → yang penting untuk penyusunan DNA, RNA, ADP, ATP.
Ribulosa → berperan dalam fotosintesis. Hexosa terdiri dari: glukosa, fruktosa, dan galaktosa.
- Disakarida, adalah karbohidrat yang mengandung dua unit sakarida. Pada hidrolisis disakarida menghasilkan dua monosakarida. Contohnya sukrosa dan maltosa. Sukrosa terdiri dari glukosa dan fruktosa, sedangkan maltosa terdiri dari glukosa.
- Polisakarida, adalah karbohidrat yang terdiri atas unit-unit monosakarida. Polisakarida terdiri atas amilum, glikogen atau gula hati, dan selulosa sebagai pembentuk dinding sel tumbuhan.
b. Protein
Protein tersusun dari unsur C, H, Odan N dan kadang-kadang ditambah S dan P. Protein merupakan komponen pembentuk sel dan bagian-bagiannya, seperti dibaewah ini.
- Membentuk organel-organel sel, seperti ribosom, mitokondria, dan kromosom.
- Membentuk selaput-selaput plasma.
- Membangun jaringan tubuh dan mengganti jaringan yang rusak.
- Membentuk hormon, antibodi, dan enzim-enzim yang berfungsi sebagai biokatalisator.
Adanya protein dapat dites atau diuji dengan Reagan Millon dan Biuret. Protein terdiri dari komponen berikut ini.
- Protein sederhana, contohnya albumin dan globulin.
- Proteinkomplek, contohnya lipoproyein dan nucleoprotein.
- Enzim, terdiri atas koenzim yang bersifat aktif dan apoenzim yang bersifat nonaktif.
- Hormon, yaitu senyawa organic yang komplek yang terdapat dalam sitoplasma. Hormon berfungsi menyelaraskan sintesa RNA, enzim, dan aktifitas fisiologis. Asam nukleat, merupakan senyawa kimia yang makrokomplek yang terdiri dari RNA dan DNA. DNA berperan dalam proses pengendalian faktor-faktor keturunan dan sintesa protein. DNA terdapat dalam inti sel, yaitu di dalam kromosom, sedangkan RNA terdapat di dalam sitoplasma, inti, dan terutama di dalam ribosom.
Protein merupakam senyawa majemuk yang dapat dirombak menjadi molekul-molekul yang lebih sederhana atau menjadi asam-asam amino. Asam amino di dalam tubuh dapat dibentuk kembali melalui proses sebagai berikut: asam amino → peptida → polipeptida → protein.
c. Lemak atau lipida
Lemak terdiri atas unsur-unsur C,H, dan O. lemak terbentuk dari asam lemak dan gliserol. Lemak membentuk membran sel dan mengatur peredaran lemak lain untuk masuk dan keluar sel. Lemak berfungsi sebagai sumber energi cadangan bagi sel.
2. Senyawa anorganik
Senyawa anorganik yang menyusun protoplasma, antara lain sebagai berikut.
a. Air (H2O)
Adanya air memungkinkan terjadinya reaksi-reaksi kimiawi, karena air dapat bertindak sebagai pelarut unsur-unsur dan senyawa-senyawa lainnya. Air berfungsi sebagai transportasi zat-zat yang digunakan sebagai bahn baku reaksi-reaksi hidrolisis dan barperan dalam reaksi metabolisme lainnya.
b. Garam-garam mineral
Dalam protoplasma terdapat berbagai macam garam, asam, dan basa yang dapat mengalami ionisasi. Sebagian besar mineral yang terdapat dalam bentuk ion positif (anion) ataupun ion negatif (kation). Garam-garam yang terdapat pada protoplasma, antara lain NaCl, MgCl, CaSO4, dan NaHCO3.
c. Gas
Di dalam protoplasma terdapat senyawa anorganik dalam bentuk gas, antara lain O2, CO2, dan NH3.
b. Sifat kimia protoplasma
Sifat-sifat kimia protoplasma, antara lain sebagai berikut.
1. Netral : mempunyai pH sekitar 7 (tidak asam, tidak basa, tetapi bersifat netral seperti air).
2. Buffer : dapat mempertahankan pH protoplasma tertentu, misalnya NaHCO3.
3. Amfoter : senyawa-senyawa pada suasana atau keadaan asam dapat bersifat basa, dan dalam suasana basa dapat bersifat asam, misalnya protein.
2. Struktur Sel
a. Sel merupakan unit struktural makhluk hidup
Tubuh organism tersusun dari sel-sel. Bagaiman susunan sel pada tumbuhan dan hewan multiseluler? Ternyata sel-sel tersusun sangat rapid an terorganisasi sangat baik. Sel-sel membentuk kelompok tertentu yang disebut jaringan. Beberapa jaringan membentuk organ tertentu dengan tugas tertentu. Beberapa organ membentuk sistem organ dan beberapa sistem organ membentuk satu kesatuan tubuh organisme. Organisasi tubuh hewan dan manusia dari yang sederhana hingga kompleks, yaitu sel → jaringan → organ → sistem organ → organisme.
b. Struktur sel prokariotik dan eukariotik
Sel sebagai unit terkecil makhluk hidup secara struktural dan fungsional terdiri dari membran plasma, sitoplasma, nukleus, dan organel-organel yang masing-masing mempunyai fungsi khusus.
Berdasarkan struktur selnya, sel dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
1. Sel prokariotik
Sel prokariotik adalah sel yang tidak memiliki membran inti (tetapi memiliki bahan inti). Karena tidak mempunyai membran inti, maka bahan inti yang berada di dalam sel mengadakan kontak langsung dengan protoplasma. Semua sel prokariotik mempunyai membran plasma, nukleoid (berupa DNA dan RNA), dan sitoplasma yang mengandung ribosom. Sel prokariotik secara umum mempunyai cirri-ciri sebagai berikut.
a. Tidak memiliki membrane inti.
b. Tidak memiliki endomembran (membran dalam)
c. Tidak memiliki mitokondria dan kloroplas, tetapi mempunyai mesosom dan kromatofor.
2. Struktur sel eukariotik
Sel eukariotik biasanya merupakan penyusun struktur makhluk hidup multiseluler. Sel eukariotik tersusun atas membran sel, sitoplasma, nukleus, sentriol, retikulum endoplasma, ribosom, komplek golgi atau badan golgi, lisosom, badan mikro, mitokondria, mikrotubulus, dan mikrofilamen. Organel-organel di dalam sel memiliki paran yang sangat penting bagi kelangsungan hidup sel tersebut. Setiap organel di dalam sel memiliki fungsi yang berbeda-beda.

0 Response to " SEL "

Posting Komentar