Ilmu lebih utama dari harta karena ilmu itu menjaga kamu, kalau harta kamulah yang menjaganya

Di Balik Rasa Pedas Cabai




Berbahagialah Anda yang menyukai rasa pedas pada cabai. Sebab, di balik sensasi rasa pedas cabai terdapat berjuta manfaat dan kandungan gizi yang sebelumnya tidak kita ketahui. Selain berkhasiat untuk meningkatkan nafsu makan, rasa pedas cabai ternyata juga memiliki manfaat lain untuk tubuh.
Dalam ilmu kesehatan, buah dan daun cabai serta rasa pedas yang ada padanya memberikan manfaat. Antara lain untuk kesehatan jantung, kanker, pencegah stroke, dan meningkatkan nafsu makan.
Senyawa capsaicinoids yang memberikan rasa pedas pada cabai terbukti memberi manfaat bagi kesehatan jantung dan meningkatkan nafsu makan. Belum lagi kemampuannya merangsang produksi hormon endorphin yang mampu membangkitkan sensasi kenikmatan. Selain itu, juga mencegah pengikatan karsinogen (zat pendorong timbulnya kanker) dengan DNA, sehingga memberikan beberapa perlindungan dari kanker.
Capsaicinoids (kapsaisin) juga dapat mengencerkan lendir sehingga melonggarkan penyumbatan pada tenggorokan dan hidung, termasuk sinusitis. Kapsaisin juga bersifat antikoagulan dengan cara menjaga darah supaya tetap encer dan mencegah terbentuknya kerak lemak pada pembuluh darah. Itu juga berarti memperkecil kemungkinan terjadinya serangan stroke, jantung koroner, dan impotensi.
Sedangkan dalam dunia industry farmasi, cabai merupakan salah satu bahan campuran untuk pembuatan balsam, inhaler, dan permen pengganti rokok. Bubuk cabai juga bisa dimanfaatkan sebagai pengganti fungsi lada yang bisa memancing selera makan. Sedangkan ekstrak bubuk cabai digunakan dalam pembuatan minuman ginger beer. Selain kegunaan tersebut, bubuk cabai pun dapat dijadikan sebagai bahan obat penenang. Sementara kandungan bioflavonoids yang ada di dalamnya, selain dapat menyembuhkan radang akibat udara dingin, juga dapat menyembuhkan polio.
Manfaat dari capsaicinoids ini juga dibuktikan dari beberapa penelitian yang dilakukan oleh para ahli kesehatan dengan menggunakan hewan sebagai bahan percobaannya.
Para ilmuwan dari Universitas Hong Kong mempelajari capsaicinoids dan kerabat kimia lainnya, dapat mempengaruhi pembuluh darah hamster sebagai hewan percobaan.
Penemuan yang dipresentasikan pada pertemuan American Chemical Society di San Diego itu membuktikan keunggulan dari bahan utama yang memberikan rasa pedas pada cabai.
Para peneliti memberi hamster makanan tinggi kolesterol dengan berbagai bumbu pedas. Hasilnya, hamster yang diberi makanan pedas terpantau memiliki kolesterol buruk “LDL” yang rendah dalam darah mereka. Mereka juga mengalami penurunan plak di arteri jantung dibandingkan dengan hamster yang tidak diberi makanan pedas.
Sementara itu penelitian lain menyebutkan, seekor tikus yang mengidap hipertensi, diberi senyawa kapsaisin, dan diamati perkembangannya. Ditemukan adanya penurunan tekanan darah pada hewan pengerat lebih rendah dari waktu ke waktu.
Namun demikian butuh studi lebih lanjut untuk menentukan jumlah konsumsi cabai per hari yang harus dimakan, untuk mendapatkan manfaat kesehatan tersebut. Tekanan darah tinggi kadang tidak memberikan tanda jelas akan datangnya serangan stroke, jantung dan gangguan ginjal.
Sementara itu Zhen-Yu Chen, profesor ilmu pangan dan gizi di Universitas Hong Kong, mengatakan meskipun temuan itu membuktikan bahwa rasa pedas dapat meningkatkan kesehatan jantung pada manuisi, namun manusia tidak dianjurkan mengkonsumsi dengan jumlah yang berlebihan.
Jadi, meski cabai memiliki manfaat yang begitu dahsyat bagi kesehatan tubuh manusia, namun jumlah yang dapat dikonsumsi terbatas. Jadi, konsumsilah cabai seperlunya agar sehat. Jika berlebih, bukan sehat yang datang tapi petaka.

0 Response to " Di Balik Rasa Pedas Cabai "

Posting Komentar