LULUHNYA HATI ORANG PELIT
Pada jam istirahat Jack dan Ronald berjalan menuju
kantin. Pemandangan kantin yang telah ramai pengunjung memberi berkah
tersendiri bagi orang yang punya kantin. Jack dan Ronald duduk berselebahan di
kantin nomor 2 dari 5 kantin yang ada, kemudian dengan suara yang keras Jack
mengucap, “Bu 2 nasi goreng dan 2 es teh.”
Sambil menunggu pesanan datang, mereka berdua bercanda-tawa. Setelah menunggu sekitar 3 menit, pesananpun datang, seketika Jack dan Ronald langsung memakannya dengan lahap hingga habis tak tersisa satu butir nasi sekalipun. Setelah habis, Ronald terlebih dahulu membayar, “Bu ini uangnya, sambil menyodorkan uang senilai 3 ribu rupiah.”
Di saat itu Jack memeriksa uangnya, kemudian Jack melihat dompetnya hanya ada uang 5 ribu rupiah dan 2 ribu rupiah saja, karena Jack takut kehilangan uangnya terlalu banyak, akhirnya Jack mengambil uang yang 2 ribu tadi untuk membayar nasi goreng dan es teh yang telah dimakannya, padahal totalnya adalah 3 ribu rupiah. Setelah Jack membayar, Ronald langsung mengajak Jack ke kelas dengan menarik tangan Jack, “Ayo cepat, nanti terlambat.”
Tidak berapa lama Jack dan Ronald sampai di kelas, karena belum ada bel masuk mereka berbincang-bincang dengan teman yang lain. Tiba-tiba di balik pintu mucul seorang perempuan dengan wajah yang ganas memanggil Jack, “Jack kamu belum membayar iuran kas sebanyak 5 kali.”
Terkejutlah Jack, kemudian Jack menjawab dengan kerasnya, “Aku belum punya uang.” Padahal disakunya terdapat uang sebesar 5 ribu rupiah yang sanggup melunasinya. Setelah Jack berkata demikian, perempuan yang tadinya terlihat ganas lalu ia menunduk lesu karena Jack tidak mau membayar iuran kas. 5 menit kemudian bel tanda masuk berbunyi, murid-murid semuanya masuk kelas, tidak terkecuali Jack. Setelah itu guru pengajar masuk ruangannya masing-masing, di ruangan Jack dimasuki oleh guru mata pelajaran Biologi. Di tengah-tengah pelajaran, guru yang berada di kelasnya Jack memerinta murid-murid dengan menggunakan suara yang lantang untuk membentuk kelompok dengan anggota sebanyak 4 orang guna tugas observasi. Jack lalu mendatangi Ronald, yang disana telah ada 2 orang perempuan yaitu Wati dan Siti, dengan percaya diri Jack berkata, “Ronald, aku ikut dengan kelompok kamu.”
Kemudian guru pembimbing membagi tugas kepada setiap kelompok, ternyata kelompoknya Jack diberikan tugas untuk melakukan observasi di tempat yang kumuh. Setelah berunding, kelompoknya Jack memutuskan untuk melakukan observasi setelah pulang sekolah. Tidak terasa jam telah menunjukkan pukul 12.57 WIB, yang artinya bel tanda pulang sekolah akan berbunyi. Tidak beberapa lama bel tanda pulang sekolah berbunyi, murid-murid pun berhamburan keluar kelas. Sementara itu Jack masih di dalam kelas bersama kelompoknya untuk melakukan observasi ke tempat yang telah ditentukan.
Jack bersama teman-temannya langsung menuju ke tempat tujuan. Setelah sampai ditempat tujuan Jack langsung bereaksi, “Bau apaan nih?”
Salah seorang dari temannya Jack menjawab, “Ya beginilah keadaan di tempat yang kumuh.” Tidak berlama-lama Jack beserta teman-temannya langsung bertanya-tanya kepada warga sekitar, tanpa disengaja Jack melihat seorang anak kecil yang merengek untuk meminta makan kepada bapaknya, kemudian bapaknya menjawab dengan suara yang lirih, “Bapak belum dapat sesuatu nak, sambil mengeruk-ngeruk gunungan sampah yang ada didepannya.”
Setelah Jack melihat kejadian itu, Jack merasa kasihan dan seketika hati Jack tergugah untuk tidak pelit dan ingin berubah untuk suka memberi kepada sesamanya. Beberapa selang waktu kemudian teman-teman Jack selesai bertanya-tanya kepada warga sekitar, kemudian Jack beserta teman-temannya meninggalkan tempat tersebut dan pulang ke rumah masing-masing. Sesampainya di rumah Jack berfikir bagaimana cara untuk menolong orang yang tadi dilihatnya, beberapa saat kemudian Jack mempunyai ide untuk mengumpulkan uang dari sisa uang sakunya. Beberapa hari telah berlalu, sampai pada suatu hari Jack telah mengumpulkan uang sebesar 100 ribu rupiah, meskipun tidak seberapa tetapi Jack berharap uangnya bisa meringankan beban orang yang dulu pernah dilihatnya. Jack lalu bergegas ke tempat yang dulu pernah didatangi sebelumnya, kemudian Jack segera mencari orang yang pernah dilihatnya. Akhirnya Jack menemukan orang yang dicari di tempat yang tidak jauh dari gunungan sampah. Jack segera menghampirinya kemudian Jack mengambil uang yang ada disakunya yang telah terbungkus oleh sebuah amplop kecil, dan Jack langsung memberikannya. Ketika Jack akan meninggalkan orang tadi, tangan Jack disalami dan orang itu mengatakan, “Semoga amal ibadah kamu diterima oleh Allah SWT dan dibalas dengan balasan yang setimpal,” sambil meneteskan air mata.
Jack kemudian meninggalkan tempat tersebut untuk kembali ke rumah, ditengah-tengah perjalanan Jack merasa terharu atas kejadian tadi.
Sambil menunggu pesanan datang, mereka berdua bercanda-tawa. Setelah menunggu sekitar 3 menit, pesananpun datang, seketika Jack dan Ronald langsung memakannya dengan lahap hingga habis tak tersisa satu butir nasi sekalipun. Setelah habis, Ronald terlebih dahulu membayar, “Bu ini uangnya, sambil menyodorkan uang senilai 3 ribu rupiah.”
Di saat itu Jack memeriksa uangnya, kemudian Jack melihat dompetnya hanya ada uang 5 ribu rupiah dan 2 ribu rupiah saja, karena Jack takut kehilangan uangnya terlalu banyak, akhirnya Jack mengambil uang yang 2 ribu tadi untuk membayar nasi goreng dan es teh yang telah dimakannya, padahal totalnya adalah 3 ribu rupiah. Setelah Jack membayar, Ronald langsung mengajak Jack ke kelas dengan menarik tangan Jack, “Ayo cepat, nanti terlambat.”
Tidak berapa lama Jack dan Ronald sampai di kelas, karena belum ada bel masuk mereka berbincang-bincang dengan teman yang lain. Tiba-tiba di balik pintu mucul seorang perempuan dengan wajah yang ganas memanggil Jack, “Jack kamu belum membayar iuran kas sebanyak 5 kali.”
Terkejutlah Jack, kemudian Jack menjawab dengan kerasnya, “Aku belum punya uang.” Padahal disakunya terdapat uang sebesar 5 ribu rupiah yang sanggup melunasinya. Setelah Jack berkata demikian, perempuan yang tadinya terlihat ganas lalu ia menunduk lesu karena Jack tidak mau membayar iuran kas. 5 menit kemudian bel tanda masuk berbunyi, murid-murid semuanya masuk kelas, tidak terkecuali Jack. Setelah itu guru pengajar masuk ruangannya masing-masing, di ruangan Jack dimasuki oleh guru mata pelajaran Biologi. Di tengah-tengah pelajaran, guru yang berada di kelasnya Jack memerinta murid-murid dengan menggunakan suara yang lantang untuk membentuk kelompok dengan anggota sebanyak 4 orang guna tugas observasi. Jack lalu mendatangi Ronald, yang disana telah ada 2 orang perempuan yaitu Wati dan Siti, dengan percaya diri Jack berkata, “Ronald, aku ikut dengan kelompok kamu.”
Kemudian guru pembimbing membagi tugas kepada setiap kelompok, ternyata kelompoknya Jack diberikan tugas untuk melakukan observasi di tempat yang kumuh. Setelah berunding, kelompoknya Jack memutuskan untuk melakukan observasi setelah pulang sekolah. Tidak terasa jam telah menunjukkan pukul 12.57 WIB, yang artinya bel tanda pulang sekolah akan berbunyi. Tidak beberapa lama bel tanda pulang sekolah berbunyi, murid-murid pun berhamburan keluar kelas. Sementara itu Jack masih di dalam kelas bersama kelompoknya untuk melakukan observasi ke tempat yang telah ditentukan.
Jack bersama teman-temannya langsung menuju ke tempat tujuan. Setelah sampai ditempat tujuan Jack langsung bereaksi, “Bau apaan nih?”
Salah seorang dari temannya Jack menjawab, “Ya beginilah keadaan di tempat yang kumuh.” Tidak berlama-lama Jack beserta teman-temannya langsung bertanya-tanya kepada warga sekitar, tanpa disengaja Jack melihat seorang anak kecil yang merengek untuk meminta makan kepada bapaknya, kemudian bapaknya menjawab dengan suara yang lirih, “Bapak belum dapat sesuatu nak, sambil mengeruk-ngeruk gunungan sampah yang ada didepannya.”
Setelah Jack melihat kejadian itu, Jack merasa kasihan dan seketika hati Jack tergugah untuk tidak pelit dan ingin berubah untuk suka memberi kepada sesamanya. Beberapa selang waktu kemudian teman-teman Jack selesai bertanya-tanya kepada warga sekitar, kemudian Jack beserta teman-temannya meninggalkan tempat tersebut dan pulang ke rumah masing-masing. Sesampainya di rumah Jack berfikir bagaimana cara untuk menolong orang yang tadi dilihatnya, beberapa saat kemudian Jack mempunyai ide untuk mengumpulkan uang dari sisa uang sakunya. Beberapa hari telah berlalu, sampai pada suatu hari Jack telah mengumpulkan uang sebesar 100 ribu rupiah, meskipun tidak seberapa tetapi Jack berharap uangnya bisa meringankan beban orang yang dulu pernah dilihatnya. Jack lalu bergegas ke tempat yang dulu pernah didatangi sebelumnya, kemudian Jack segera mencari orang yang pernah dilihatnya. Akhirnya Jack menemukan orang yang dicari di tempat yang tidak jauh dari gunungan sampah. Jack segera menghampirinya kemudian Jack mengambil uang yang ada disakunya yang telah terbungkus oleh sebuah amplop kecil, dan Jack langsung memberikannya. Ketika Jack akan meninggalkan orang tadi, tangan Jack disalami dan orang itu mengatakan, “Semoga amal ibadah kamu diterima oleh Allah SWT dan dibalas dengan balasan yang setimpal,” sambil meneteskan air mata.
Jack kemudian meninggalkan tempat tersebut untuk kembali ke rumah, ditengah-tengah perjalanan Jack merasa terharu atas kejadian tadi.
Karya : Mukhammad Fakhir Rizal
0 Response to " CERPEN "LULUHNYA HATI ORANG PELIT" "
Posting Komentar